Beranda Mobil Kapan Waktu Terbaik untuk Ganti Ban Mobil?

Kapan Waktu Terbaik untuk Ganti Ban Mobil?

0
Kapan Waktu Terbaik untuk Ganti Ban Mobil?

Sahabat Genjos Holiday, mengganti ban mobil adalah salah satu perawatan mobil kesayangan yang tidak boleh dilupakan. Hal ini sering diabaikan, padahal bila ban mobil dalam kondisi rusak atau kondisinya abnormal, tentunya akan sangat membahayakan dalam berkendara dan bagian lain dari mobil dapat terkena juga dampaknya.

Nah kira-kira, kapankah penggantian ini harus Anda lakukan ya? Berikut ulasan lengkapnya dari tim Genjos Holiday.

DAFTAR ISI

1. Ban Sudah Bolak-Balik Kempes

Sahabat Genjos, jalan raya saat ini sungguh sulit bisa diprediksi. Banyak orang yang usil yang menebarkan paku di jalanan agar ban kendaraan kita orang bocor. Hal ini tentunya sulit untuk dihindari, apalagi bagi pengendara mobil.

Jika ban mobil Anda sudah terlampau sering kempes dan bolak-balik Anda tambal, maka lebih baik tindakan yang dilakukan adalah menggantinya. Keadaan seperti itu akan membuat kekuatan ban untuk menahan beban menjadi semakin berkurang.

Tak hanya menguras banyak uang, mobil pun dapat celaka jika hal ini kita biarkan terus-menerus.

2. Permukaan Ban Sudah Pecah-Pecah

Tinggal di wilayah dengan keadaan yang panas ternyata bisa membuat permukaan ban mobil kita menjadi pecah-pecah atau retak. Sebetulnya kondisi demikian dapat dihindari bila kita kerap memberi cairan khusus pada ban dan mencucinya. Sayangnya banyak yang tidak sadar akan hal itu hingga akhirnya ban menjadi rusak.

Jika hal ini terjadi pada Anda, maka solusinya adalah dengan mengganti ban mobil sesegera mungkin. Setelah ban diganti, jangan lupa untuk merawatnya supaya kondisi ban tetap lentur. Selain itu, sedapat mungkin jangan membiarkan mobil terus-menerus dalam kondisi terpapar sinar matahari.

Baca Juga: Bikin Rugi! Cermati Ciri-Ciri Aki Mobil Rekondisi Berikut Ini

3. Bila Permukaan Ban Benjol

Tidak kita pungkiri bahwa jalanan di kota-kota Indonesia, masih banyak yang berlubang. Kondisi jalan seperti ini kadang tak bisa dihindari oleh para pengendara dan malah kerap “ditrabas” saat dalam kecepatan tinggi. Kebiasaan semaca ini dapat membuat ban mobil Anda rusak dan menggelembung atau benjol.

Benjolan pada ban ini disebabkan oleh putusnya kawat yang terjalin di dalam ban. Ban yang dibiarkan terus menerus dalam kondisi seperti ini berpotensi akan mengalami pecah dan membahayakan pengendara. Oleh sebab itu, bila hal ini menimpa ban mobil Anda, segeralah ganti ban mobil Anda.

4. Permukaan Ban Sudah Tipis

Mengganti ban mobil adalah suatu keharusan yang harus dilakukan bila permukaan ban telah semakin menipis. Kondisi semacam ini dapat Anda ketahui dengan mudah tanpa harus dicek di tukang tambal ban atau bengkel. Cukup dengan mengecek indikator tread wear indicator (TWI) yang tersedia di setiap unit ban.

TWI adalah penunjuk batas wajar keausan sebuah ban yang tertera di permukaannya. Ada pabrikan yang menyertakan indikator tersebut berupa tulisan “TWI”, atau berupa simbol khusus seperti berbentuk segitiga atau persegi.

Nah, jika permukaan ban mobil Anda sudah menyamai posisi indikator TWI, mak itulah waktu yang tepat untuk melakukan ganti ban mobil.

Baca Juga: Sewa Mobil Jogja di Genjos Holiday

5. Odometer Telah Mencapai 40 ribu KM

Salah satu acuan yang sering dipakai mengenai kapan sebaiknya mengganti ban mobil ialah dengan melihat jarak tempuh mobil itu sendiri. Angka odometer yang sering digunakan ialah ketika di angka 40 ribu kilometer.

Saat Anda melakukan penggantian ban, Anda juga harus memperhatikan usia ban tersebut. Walaupun ban dalam kondisi baru dan bagus, bila usia ban sudah mencapai 10 tahun, ban tersebut bisa disebut sudah kadaluarsa. Mengapa demikian?

Seiring bertambahnya waktu, kondisi lingkungan tempat penyimpanan ban juga ikut mempengaruhi fleksibilitas karet pada ban dan ban cenderung akan mengeras.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here