Beranda Mobil Istilah Jual-Beli Mobil yang Perlu Dipahami Sebelum ke Dealer atau Pameran

Istilah Jual-Beli Mobil yang Perlu Dipahami Sebelum ke Dealer atau Pameran

0
Istilah Jual-Beli Mobil yang Perlu Dipahami Sebelum ke Dealer atau Pameran

Banyak sekali istilah jual-beli mobil yang kerap kali digunakan para sales. Jika Anda mengetahui beberapa di antaranya, maka membuat Anda lebih luwes saat berkomunikasi dengan sang penjual. Selain itu, hal ini juga membuat Anda tak gampang terkelabui penjual mobil yang nakal.

Cara ini juga bisa membuat Anda menjadi lebih lancar saat proses tawar-menawar. Simakalah beberapa istilah berikut:

DAFTAR ISI

1. On The Road & Off The Road

Saat Anda tengah melihat-lihat mobil idaman di showroom atau pameran, sales umumnya akan menunjukan brosur yang berisikan informasi tipe mobil dan harganya. Biasanya, di kolom harga tertuliskan istilah off the road dan on the road atau kerap disingkat OTR.

Pertanyaan yang mungkin timbul adalah “Kok harga mobil off the road malah lebih murah ya?” Jangan terkecoh dulu! Terminasi off the road merujuk pada kondisi mobil dengan kondisi belum memiliki surat legalitas seperti STNK dan BPKBP. Mobil off the road juga mempunyai fitur mobil yang lebih rendah dibanding OTR. Ini penyebab harganya bisa lebih murah.

OTR sendiri mengindikasikan mobil yang dijual itu sudah mempunyai kelengkapan dokumen. Pengurusan kelengkapan surat tersebut tentunya juga memerlukan biaya. Inilah alasan mengapa harga mobil OTR lebih mahal.

2. Tanda Jadi

Jika deal pembelian mobil dilakukan saat pameran, sales biasanya akan meminta Anda untuk menyetorkan uang tanda jadi. Istilah ini merujuk pada uang pengikat atau dalam peyebutan lain adalah tanda keseriusan Anda untuk membeli mobil tersebut.
Penyetoran uang tanda jadi tersebut dilakukan on the spot ketika deal dilakukan, baik memakai uang tunai maupun transfer/debit.

Nominalnya berkisar antara Rp5 juta hingga Rp10 juta. Setelah uang tanda jadi itu lunas, kemudian Anda akan diberi Surat Pembelian Kendaraan (SPK).

3. Surat Pembelian Kendaraan (SPK)

SPK seperti yang sudah disebutkan tadi, merupakan sebuah surat yang diberikan setelah Anda melunasi uang tanda jadi mobil. Surat atau dokumen itu berisikan identitas Anda sebagai pemilik. Nantinya informasi itu digunakan untuk keperluan STNK dan BPKB.

Selain berisikan identitas, ada juga informasi mengenai mobil yang akan dibeli antara lain mengenai harga, tipe, hingga warna. SPK ini sebagai tanda bukti untuk melakukan pembayaran begitupula saat unit mobil diserahkan pada Anda.

Baca Juga: 5 Perawatan Mobil Penting yang Sering Diabaikan

4. Down Payment

Banyak calon pembeli mobil yang masih menganggap uang tanda jadi dan down payment (uang muka) itu adalah hal yang sama. Padahal kedua istilah jual-beli mobil ini sangatlah berbeda!

Down payment atau disingkat menjadi DP merupakan sejumlah uang yang dibayarkan saat Anda membeli mobil secara kredit. Kisaran DP adalah antara 20% hingga 30% dari total harga mobil yang akan dibeli. Pembayaran DP ini wajib dilakukan penuh di muka.

Adajuga istilah total DP. Jangan kaget saat melihat nominalnya yang lebih besar dari DP, hal itu karena di dalamnya sudah tergabung berbagai biaya lain. Biaya lain tersebut diantaranya angsuran pertama, biaya provisi, dan juga asuransi.

5. All Risk, TLO, Kombinasi

Istilah jual-beli mobil lainnya yang perlu diketahui berkaitan dengan asuransi. Asuransi umumnya ditawarkan oleh sales kepada Anda untuk menjamin kondisi mobil. Ada bermacam jenis asuransi yang biasa ditawarkan yaitu:

• All Risk adalah asuransi yang melindungi semua jenis kerusakan yang terjadi pada kendaraan.

• TLO (total loss only) adalah asuransi yang hanya melindungi kerugian total pada sebuah kendaraan baik sebab kecelakaan dengan kerusakan di atas 70% atau karena pencurian.

• Asuransi Kombinasi adalah perpaduan dari all risk dan TLO.

6. Mobil Inden

Sudah jauh-jauh berkunjung ke dealer atau pameran, tahu-tahu malah sales memberitahu bahwa mobil impian Anda masih inden. Hal itu berarti, mobil tersebut belum tersedia di dealer dan masih harus menunggu datangnya stok baru dari pabrik.

Saat stok mobil sudah tersedia di dealer, kesempatan Anda untuk mendapatkannya juga belum terjamin. Jika mobil itu high demand, bisa jadi stok baru yang datang langsung ludes terjual. Itu mengapa para sales kerap kali menawarkan pada Anda untuk melakukan booking, hal itu agar Anda masuk dalam antrean pemesanan.

7. Booking Fee

Istilah jual-beli mobil lainnya yang kerap kali tertukar adalah tanda jadi dan booking fee. Sebenarnya tujuan dari kedua biaya ini hampir mirip yaitu sebagai wujud keseriusan Anda dalam membeli mobil. Perbedaannya adalah istilah booking fee umumnya digunakan saat seseorang berniat membeli mobil yang inden.

Baca Juga: Sewa Mobil Jogja di Genjos Holiday

8. Angsuran di Muka & di Belakang

Saat Anda melakukan pembelian mobil dengan cara kredit, selain membayar DP dan biaya tambahan lainnya, pembeli juga umumnya diminta membayar angsuran pertama. Hal ini terkenal dengan istilah angsuran bayar di muka atau ADDM.

Tidak semua dealer memberi kebijakan pembayaran ADDM. Ada juga dealer yang menawarkan pilihan angsuran dibayar di belakang (ADDB). Salah satu tujuannya ialah untuk meringankan biaya si pembelian mobil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here