Beranda Bus Pariwisata 3 Cara Mudah Merawat Ban Bus Pariwisata

3 Cara Mudah Merawat Ban Bus Pariwisata

0
3 Cara Mudah Merawat Ban Bus Pariwisata

Ban adalah satu-satunya dari bagian bus yang bersentuhan dengan aspal atau tanah secara langsung. Fungsi ban atau roda selain menopang daya angkut, juga memiliki peran untuk menstabilitas kendaran saat melaju sehingga menjadi faktor yang penting dalam keselamatan.

Baca Juga: Sewa Bus Jogja Genjos Holiday

Oleh sebab itu, maka Anda wajib memperhatikan kondisinya. Masalah yang sering kita jumpai adalah kondisi tekanan angin yang kurang atau malah berlebihan, aus, serta mengalami kerusakan.

Yang perlu Anda catat adalah tekanan angin dalam ban bisa menjadi masalah. Sebab, secara alamiah tekanan angin pada ban dapat berkurang 1-2 psi dalam setiap bulan.

Kali ini tim Genjos Holiday akan memberikan tiga tips yang mudah untuk merawat ban bus pariwisata yang bisa Anda lakukan sendiri. Apa saja tips nya? Simak ulasan di bawah ini!

1. jangan lupa mengecek tekanan angin

Ban dalam kondisi kekurang angin ini dapat menyebabkan masalah yang cukup serius, bila hal itu terjadi pada Anda, maka Anda tidak diperkenankan untuk mengangkut bobot yang berlebihan.

Kondisi ban yang kekurang angin juga dapat berdampak pada hilangnya kontrol dan kecelakaan. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya melakukan pengecekan angin secara rutin dan berkala, saat Anda menjadapati ban kurang angin segeralah isi kembali. Pengisian dapat Anda lakukan dengan mengacu pada buku manual atau yang terdapat pada kendaraan.

Baca Juga: Tips Memilih tempat Duduk yang Aman di Bus Pariwisata

2. Merotasi ban

Merotasi ban secara berkala, setidaknya bisa dilakukan mulai dari 5-7 ribu mil. Rotasi ban ini dilakukan dari kiri depan ke kanan belakang dan kanan depan ke kiri belakang.

Merotasi ban dipercaya dapat memberikan kinerja yang sama di setiap bannya. Sebaliknya, jika tidak merotasi ban, biasanya ada beberapa bagian ban yang justru akan lebih cepat habis atau aus secara tidak merata.

Hal ini pula bisa mengakibatkan terjadinya getaran saat mobil dipacu, bahkan keausan yang justru meningkatkan biasa operasi.

3. Rajin melakukan pengecekan visual

Pengemudi atau pemilik mobil juga harus melakukan pengecekan visual secara teratur. Cara ini tak perlu ke bengkel, sebab Anda cukup memeriksanya jika merasa telah melaju di kondisi jalan berlubang atau menabrak trotoar bahkan puing-puing di jalanan.

Jika terdapat tonjolan atau sayatan, hal ini bisa saja berakibat mengurangi daya tahan internal ban. Bahkan hal terburuk adalah ban bisa meledak.

Maka dari itu lakukan inspeksi visual secara rutin pada bagian ban untuk mengidentifikasi berpotensinya masalah sebellum terjadi kecelakaan.

Nah, jika Anda memang ingin melakukan perjalanan terlebih jarak jauh, ada baiknya dilakukan terlebih dahulu pemeriksaan oleh professional untuk memastikan kondisi ban laik pakai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here