Beranda Bus Pariwisata Tips Memilih tempat Duduk yang Aman di Bus Pariwisata

Tips Memilih tempat Duduk yang Aman di Bus Pariwisata

0
31.2

Sudah tidak heran lagi, bus termasuk salah satu primadona dalam hal kendaraan umum. Terlebih saat menjelang idul fitri, saat musim mudik tepatnya.

Baca Juga: Sewa Bus Jogja Genjos Holiday

Alasan banyak yang memilihnya selain karena harganya relatif terjangkau, pemudik bisa relatif lebih santai dan tidak terlalu lelah bila dibandingkan dengan pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, seperti menggunakan motor.

Pemerintah tahun lalu juga membuat program mudik gratis agar pengendara sepeda motor beralih ke bus. Risiko kecelakaan yang tinggi pada pemudik sepeda motor menjadi alasan mengapa program mudik dengan bus digalakkan. Dibanding kecelakaan mobil pribadi dan sepeda motor, kecelakaan bus relatif lebih sedikit.

Kecelakaan pada bus hanya 5 persen saja dari total kecelakaan kendaraan lainnya. Meski kecelakaan bus cukup minim, bukan berarti tidak ada reseko sama sekali.

Banyak komponen yang menyebabkan bus belum dapat dikategorikan layak. Mulai dari masalah rem yang aus, speedometer dan wiper yang mati, sampai pada ban yang gundul. Menimbang sebab-sebab di atas, kita tak bisa menebak bus yang kita naiki akan celaka atau tidak. Hal di atas tentu paling paham adalah sopir dan perusahaan jasa bus.

Baca Juga: Berniat Membuka PO Bus? Pahami Dulu Persyaratannya,.

Namun, sebenarnya kita dapat memperkecil dampak kecelakaan, yaitu dengan cara memilih letak posisi duduk yang tepat. Hindari Duduk pada Kursi Paling Depan dan Belakang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan University of Buffalo, duduk pada baris paling depan sangatlah tidak direkomendasikan. Dari total 60.000 kecelakaan di Amerika Serikat, ditemukan bahwa penumpag dengan luka parah atau kematian ketika duduk pada posisi ini.

Di Indonesia, kebanyakan kecelakaan bus berakibat pada kerusakan parah bagian depan dan dengan badan bus penyok atau ringsek. Kecelakaan bus di Indonesia kebanyakan disebabkan karena kesalahan sopir, entah sebab lalai atau sebab ugal-ugalan dan kebut-kebutan, atau sebab mengantuk.

Duduk pada posisi depan berisiko akan terlempar saat terjadi benturan. Terlebih, jarang sekali bus yang menyediakan sabuk pengaman pada kursi penumpang. Saat kondisi tabrakan parah, penumpang pada baris depan berpotensi terhimpit oleh body bagian depan yang penyok. Selain hal tersebut, resiko terbesar duduk pada posisi depan adalah akan terkena pecahan kaca.

Kaca bus yang memiliki urukuran 2 x 2,5 meter berpotensi akan pecah total saat terjadi benturan atau tubrukan. Nah, serpihan kaca berisiko menembus daging dan tubuh bila kita telat atau tidak menunduk.

Di beberapa kasus, kondisi bus yang hancur malah ada pada bagian belakangnya, hal itu karena bus ditubruk oleh kendaraan lain dari belakang.

Maka usahkanlah untuk menghindari dua atau tiga deret kursi paling depan dan belakang demi meminimalisasi efek dari kecelakaan. Tempat duduk yang paling aman adalah bagian tengah.

Jika kita mengamati konstruksi chasis bus, posisi tengah yang teraman terletak tepat di bagian tengah ke belakang, tepatnya terletak di atas roda belakang. Chasis yang ada di atas ban umumnya lebih kuat dan tebal.

Walaupun posisi itu aman ketika tubrukan, duduk di atas ban akan membuat Anda tak nyaman sebab getaran dan suspensi ketika bus naik turun.

Duduknya di Kiri atau Kanan? Setelah Anda menemukan lokasi, langkah berikutnya ialah memilih posisi duduk, di sebelah kiri atau kanan.

Umumnya kecelakaan di Indonesia terjadi, diawali ketika si supir hendak menyalip mobil di depannya dan supir mengambil lajur kanan. Saat terjadi hal tersebut, Sopir bus cenderung akan menyelamatkan diri sendiri. Kemudian ia akan memilih membanting setir ke arah kiri dan memepet mobil yang hendak disalip di bagian kiri. Hal itu biasanya terjadi pada jalan yang tidak dipasang beton sebagai pemisah pada sisi kirinya.

Bila mengingat “skenario” tersebut, tentunya akan lebih aman bila memilih posisi duduk yang sejajar dengan sopir (posisi kanan).

Walau demikian baik kiri maupun kanan, posisi berbahaya ketika kecelakaan adalah penumpang yang duduk di samping kaca, entah posisinya di depan, tengah, atau belakang.

Pada itinya setelah kita berusaha, kita harus tetap berdoa kepada yang kuasa agar diberi keselamatan saat melakukan perjalanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here