Beranda Mobil Nasib Mobil Bekas Banjir Bagaimana? Ini Beberapa Faktanya

Nasib Mobil Bekas Banjir Bagaimana? Ini Beberapa Faktanya

0
Nasib Mobil Bekas Banjir Bagaimana? Ini Beberapa Faktanya

Kata Banjir di Indonesia memeng sudah familiar. Bagaimana tidak, hampir setiap musim hujan datang, bebera wilayah di Indonesia selalu diserang banjir. Bahkan ibu kota pun tak luput dari incarannya.

Diawal tahun 2020 ini, beberapa daerah di Indonesia mengalami musibah terkena banjir. Korban dari peristiwa yang tidak disangka-sangka ini pun, bukan hanya jiwa manusia, melainkan juga harta dan benda, termasuk di antaranya juga mobil-mobil pribadi.

Musibah ini tentunya membuat para pemilik kendaraan yang terkena musibah banjir tersebut mengalami kerugian. Selain harus merogoh kantong untuk sejumlah biaya memperbaiki mobilnya, harga jual kembalinya mobil itu juga ikut menurun terjun bebas.

Ini dia beberapa fakta tentang mobil-mobil yang terkena banjir:

1. Perbaikannya memakan waktu

Perbaikan mobil bekas banjir untuk menjadi baik kembali, tentunya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Selain pada pengerjaannya yang harus detail, antrean di bengkel juga pasti panjang, yakni sekitar 2-6 bulan. Hal itu karena jumlah mobil yang terkena banjir tidaklah sedikit jumlahnya dan pemiliknya berbondong-bondong datang ke bengkel untuk memperbaikinya.
Pada situasi seperti ini, pemilik dituntut harus bersabar dan memakai mobil cadangan. Atau sementara memakai transportasi umum dulu.

Baca juga: Untung Rugi Membeli Mobil Mewah Bekas

2. Pemilik cenderung menjualnya

Setelah tertimpa musibah banjir dan melihat fakta nomor satu di atas, pada umumnya pemilik mobil enggan untuk menggunakan mobilnya kembali dan memilih untuk menjualnya. Hal ini terjadi terutama pada kalangan menengah ke atas yang memiliki mobil-mobil mewah. Bisa jadi alasan mereka lantaran karena tidak mau mengalami masalah lagi dengan mobilnya.

3. Harga mobil cenderung turun

Mobil bekas banjir tentunya akan mengalami depresiasi harga lebih besar bila dibandingkan dengan mobil bekas biasa. Perkiraannya, untuk tipe mobil Jepang sekitar 15-20% sedangkan tipe mobil Eropa 30-50%. Depresiasi harga ini didorong karena kekhawatiran pembeli terhadap kondisi mobil dan potensi kerusakan pada masa mendatang.

4. Mobil Eropa paling parah

Bia dibandingkan dengan mobil Jepang, perbaikan untuk mobil Eropa membutuhkan upaya dan biaya yang tidak sedikit. Air banjir akan merusak ECU, sistem kelistrikan, modul, sampai fitur-fitur lainnya. Karena hal itu, maka wajar jika biayanya perbaikannya semakin membengkak. Apalagi bila ada komponen mobil yang impor.

5. Akan Membanjiri pasaran mobil bekas

Mobil bekas banjir yang sudah dirapikan akan masuk di pasaran mobil bekas dalam jangka waktu 3-6 bulan kemudian. Dari penampilannya, mobil-mobil bekas banjir ini memang sudah terlihat baik. Namun semestinya bila menilik riwayatnya, harganya tentu masih bisa ditekan lebih rendah lagi.

Baca juga: Sewa Mobil Jogja di Genjos Holiday

Masuknya mobil-mobil bekas terkena banjir ke dalam pasaran mobil bekas bisa berarti dua hal. Pertama, bagi mereka yang ingin membeli mobil dengan harga miring, inilah kesempatan yang baik. Namun bagi mereka yang ingin mendapat mobil terbaik tanpa potensi masalah, mereka harus ekstra waspada dan teliti.

Agar mendapat mobil yang terbaik yang sesuai harapan pembeli, maka harus bisa memastikan mobil-mobil bekas ada dalam kondisi prima. Maka ada baiknya kalau mobil-mobil ini harus diperiksa dulu oleh mekanik yang berpengalaman atau dengan memanfaatkan jasa inspektor yang terpercaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here